Sunday, February 3, 2013

Pentingnya Sanad!




Ketahuilah –semoga Allah memberi taufiq kepadamu- bahwa sanad (bunga rampai para perawi dalam meriwayatkan hadits) merupakan kenikmatan Allah Ta’ala kepada umat ini, sehingga terjagalan kesucian agama ini dari tangan-tangan lancang yang ingin mengotorinya. Oleh karena itu, tatkala Ahli Kitab tidak memiliki sanad dalam agama mereka, maka akibatnya banyak terjadi campuran antara kebenaran dan kebathilan dalam agama mereka.[1]

Karena itulah, para ulama sangat memperhatikan masalah sanad  ini secara serius. Karena sanad merupakan pondasi utama untuk sampai kepada tujuan ilmu hadits, yaitu memilah anatara hadits shahih dan lemah. Imam Ibn Al-Mubarak rahimahullah pernah berkata,

الإِسنَادُ مِن الدِينِ, وَلَولَا الإِسناد لَقالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ

“Sesungguhnya sanda itu termasuk agama. Seandainya tidak ada sanad, niscaya seorang akan sembarangan berbicara.”[2]

Sufyan Ats-Tsaury berkata,

الإسْنَادُ سِلاحُ المُؤْمِنِ, فَإِذا لَمْ يَكُنْ مَعَهُ سِلاحٌ, فَبِأَيِّ شَيئٍ يُقَاتِل؟!

“Isnad adalah senjata seorang mukmin. Kalau ia tak memiliki senjata, lantas dengan apa dia berperang?!”[3]

Seseorang pernah berkata kepada Imam Az-Zuhry, “Ceritakan kepadaku hadits tanpa sanad­-nya.” Maka beliau berkata, “Bisakan diriku ini menaiki atap tanpa tangga?!”[4]

Maka hendaknya kita tidak merasa bosan untuk membaca sanad, karena  bosan membaca sanad adalah perangai orang-orang malas. Tetapi hendaknya dia merasa senang membacanya sebagaimana akhlak para ulama terkemuka.[5]



[1] Lihat Majmu’ Al-Fataawaa, Ibnu Taimiyyah, I/2, dan At-Ta’shiil li Ushuul At-Takhriij wa Qawaa’id Al-Jarh wa At-Ta’diil, Bakr Abu Zaid, I/5-7
[2] Muqaddimah Shahih Muslim, I/12
[3] Al-Majruuhiin, Ibnu Hibban, I/27
[4] Tadriib Ar-Raawy, As-Suyuthy, III/794
[5] Syarh Shahih Muskim, An-Nawawy, I/108


dari kitab Koreksi Hadits-hadits Dha'if Terpopuler, karya Ust. Abu Ubaidah As-Sidawy

ditulis ulang dengan sedikit perubahan oleh Hasan Al-Jaizy

1 comment: