Sunday, February 3, 2013

HADITS PALSU POPULER: 004 Tawassul Dengan Kedudukan Nabi



تَوَسَّلوا بِجَاهِي فَإِنَّ جَاهِي عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“Ber-Tawassul-lah kalian dengan kedudukanku, karena sungguh, kedudukanku sangatlah agung di sisi Allah.”

LAA ASHLA LAHU (TIDAK ADA ASALNYA)! Sebagaimana ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Qaa’idah Al-Jaliilah.[1]

Tidak diragukan lagi bahwa kedudukan Nabi shallallahu alaihi wa sallam sangat tinggi di sisi Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Musa alaihis salam,

وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًۭا

“Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.” (Q.S. Al-Ahzaab: 69)

Sebagaimana dimaklumi bahwa Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam lebih tinggi kedudukannya daripada Nabi Musa alaihis salam. Namun hal itu bukan berarti kita boleh ber-tawassul dengan kedudukan beliau.[2]



[1] Beliau berkata dalam kitab tersebut (hal. 275): “Sebagian orang jahil meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda…dst. Hadits ini adalah dusta. Tidak ada dalam kitab-kitab kaum Muslimin yang menjadi pegangan Ahli Hadits, dan tidak disebutkan oleh seorang pun dari Ahli Hadits. Kendati kedudukan Nabi di sisi Allah lebih agung dari kedudukan para Nabi lainnya.”
[2] Silsilah Ad-Dha’iifah, Muhammad Nashiruddin Al-Albany, no. 22

------------------------------------

Dari kitab Koreksi Hadits-hadits Dha'if Populer, karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi, Media Tarbiyah, cet. ke-3, Desember 2011

Ditulis ulang dengan sedikit perubahan oleh Hasan Al-Jaizy


1 comment:

  1. Nah ini juga sama .....yg punya paham tawassul surati,klo perlu datangi rumah mereka ,ajak dialog dng bahasa yg baik...dst..dst.

    ReplyDelete