Tuesday, February 5, 2013

HADITS DHA’IF & MAUDHU’ : 001 Agama Adalah Akal



الدين هو العقل ، ومن لا دين له لا عقل له

“Agama adalah akal. Siapa yang tidak memiliki agama, tidak ada akal baginya.”

Hadits ini bathil!

Diriwayatkan oleh An-Nasa’I dari Abu Malik Bisyr bin Ghalib. Kemudian ia berkata,

هذا حديث باطل منكر

“Hadits ini adalah bathil munkar”

Menurut saya (Al-Albany), kelemahan hadits tersebut terletak pada seorang sanadnya bernama Bisyr. Dia majhul (asing/tak dikenal) sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Uzdy dan dikuatkan oleh Adz-Dzahaby dalam kitab Miizaan Al-I’tidaal fi Naqd Ar-Rijaal juga Al-Atsqalaany dalam kitab Lisaan Al-Miizaan.

Al-Haarits bin Abu Usamah telah meriwayatkannya di Musnad-nya dari Daud bin Al-Muhbir sekian dari 30 hadits tentang keutamaan akal, yang mana Ibnu Hajar berkata:

كلها موضوعة

“Semuanya maudhu’ (palsu).”

Ahmad berkata tentang Daud:

كان لا يدري ما الحديث

“Dia tidak mengerti apa itu hadits.”

Ad-Daaruquthny menegaskan bahwa ia adalah seorang yang matruuk.

Satu hal yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwasanya semua riwayat/hadits yang menyatakan keutamaan akal tidak ada yang sahih. Semua berkisar antara dha’if dan maudhu’. Saya telah menelusuri semua riwayat tentang masalah keutamaan akal tersebut dari awal. Di antaranya apa yang diutarakan oleh Abu Bakr bin Abid Dunya dalam kitab Al-Aql wa Fadhluh. Di situ saya dapati ia menyebutkan:

لا يصح منها شيء

“Tidak ada yang sahih darinya (riwayat).”

Kemudian Ibnul Qayyim dalam Al-Manaar hal. 25 menegaskan:

أحاديث العقل كلها كذب

“Hadits-hadits yang berkenaan dengan akal semuanya adalah dusta belaka.”

----------------------------

Sumber: Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha'iifah wa Al-Maudhuu'ah oleh Syaikh Al-Albany

ditulis ulang dan diringkas oleh Hasan Al-Jaizy


No comments:

Post a Comment