Showing posts with label HADITS PALSU. Show all posts
Showing posts with label HADITS PALSU. Show all posts

Tuesday, March 12, 2013

Nabi Khidhr Masih Hidup?!



Banyak hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengenai cerita bahwa Khidhr masih hidup dan melakukan pertemuan dengan Nabi Yasa’, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu anhum, Umar bin Abdul Aziz rahimahullah dan sebagainya.[1] Berikut salah satu contohnya:

عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إنَّ الخَضرَ في البحر واليسع في البر, يجتمعان كل ليلة عند الردم الذي بناه ذو القرنين بين الناس وبين يأجوج ومأجوج, ويحجان أو يجتمعان كل عام, ويشربان من زمزم سربة تكفيهما إلى قابل."

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Khidhr di lautan dan Yasa’ di daratan. Keduanya bertemu setiap malam di benteng yang dibangun oleh Dzul Qarnain untuk menghalangi manusia dari Ya’juj dan Ma’juj. Keduanya menunaikan haji atau bertemu setiap tahun. Dan keduanya minum air Zamzam yang mencukupi untuk tahu berikutnya.”
 

Tuesday, March 5, 2013

Islamkah Orang Tua Nabi -Shallallahu Alaihi Wa Sallam-?


 HADITS:


عن عائشة قالت: حج بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حجة الوداع فمر بي على عقبة الحجون، وهو باك حزين مغتم، فنزل فمكث عني طويلاً ثم عاد إلي وهو فرح مبتسم، فقلت له؟ فقال: ذهبت لقبر أمي فسألت الله يحييها فأحياها فآمنت بي وردها الله

Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: “Pada saat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan haji bersama kami, beliau bertemu denganku di Aqabah Hajun sambil menangis sedih, lalu beliau turun dan tinggal cukup lama kemudian kembali lagi kepadaku dengan gembira dan senyum, maka aku tanyakan hal itu padanya, lalu beliau menjawab, “Aku pergi ke kuburan ibuku, lalu aku memohon kepada Allah agar menghidupkannya, kemudian ibuku beriman kepadaku, lalu Allah mematikannya kembali.”

MAUDHU’ (PALSU). Diriwayatkan Ibnu Syahin dalam An-Naasikh wa Al-Mansuukh, no. 656, Al-Jauraqany dalam Al-Abaathil wa Al-Manaakir (I/222), Ibnul Jauzy dalam Al-Maudhuu’aat (I/283-284)

Ibnul Jauzy berkata, “Maudhu’ tanpa diragukan lagi! Ibunda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam wafat di kota Abwa antara kota Madinah dan Makkah seta dikubur di sana, bukan di Hajun!”

Al-Jauraqany berkata, “Hadits ini bathil!”

Imam Adz-Dzahaby berkata, “Hadits ini dusta dan bertentangan dengan hadits shahih bahwa beliau meminta izin kepada Rabb-nya untuk memintakan ampun untuk ibunya tetapi Allah tidak mengizinkannya.”[1]

Friday, February 15, 2013

HADITS PALSU POPULER: 007 Umur Dunia


Hadits:

الدُنْيَا كُلُّها سَبْعَةُ أَيَّامٍ مِنْ أَيَّام الآخرَة, وَذَلِكَ قَوْلُ اللهِ تَعَالَى:

(وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍۢ مِّمَّا تَعُدُّونَ)

“Dunia itu semuanya tujuh hari dari hari-hari akhirat, itulah firman Allah, “Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Q.S. Al-Hajj: 47)

MAUDHU’ (PALSU). Diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam Ar-Ruba’iyyat (I/172), As-Suhamy dalam Taarikh Jurjan (no.99), dan Ad-Dailamy (II/149): dari Umar bin Yahya bin Nafi’, dari Ala’ bin Zaidal, dari Anas secara marfu’.
Hadits ini maudhu’, sebab Ala bin Zaidal adalah pemalsu hadits sebagaimana yang dikatakan oleh Ali Ibn Al-Madiny. Adapun Umar bin Yahya bin Nafi’, saya tidak mengetahui perihalnya.

Hadits ini dicantumkan oleh Ibnul Jauzy dalam kitab Al-Maudhuu’aat, lalu berkomentar, “Hadits ini maudhu’ (palsu), yang tertuduh adalah Ala bin Zaidal.”

As-Sakhawy mengatakan, “Ibnu Katsir menegaskan bahwa hadits ini tidak shahih.” Katanya juga, “Demikian pula hadits-hadits tentang pembatasan hari Kiamat secara pasti, semuanya tidak shahih sanadnya.”[1]

Dari segi matan, hadits ini juga bathil. Karena kenyataan telah membuktikan kebathilan hadits-hadits yang berkaitan tentang penentuan umur umat yang dihitung dengan hitungan tahun. Bagaimana mungkin bagi manusia untuk menentukan dengan waktu seperti ini yang berkonekuensi penentuan waktu tibanya hari Kiamat??!!

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata, “Termasuk tanda-tanda hadits palsu adalah menyelisihi ketegasan Al-Qur’an seperti hadits tentang umur dunia. Ini jelas termasuk kedustaaan yang amat nyata! Sebab, seandainya shahih, berarti setiap orang bisa tahu tentang kapan terjadinya Kiamat, padahal Allah telah berfirman,

Tuesday, February 5, 2013

HADITS PALSU POPULER: 006 Bualan Kaum Sufi


Hadits:

حَسْبي مِنْ سُؤَالِي عِلْمُهُ بِحَالِي


“Cukuplah pengetahuan-Nya tentang keadaanku dari permintaanku.”

TIDAK ADA ASALNYA! Ibnu Taimiyyah berkata, “Maudhu (palsu)!”[1] Sebagian orang sufi mengambil makna dari ucapan ini seraya berkata, “Permintaanmu kepada Allah adalah tuduhan buruk kepada-Nya!” Sungguh ini adalah kesesatan yang amat nyata! Apakah para Nabi alaihimussalam menuduh Allah yang bukan-bukan tatkala mereka meminta dan berdoa kepada-Nya?!

Lihatlah Nabi Ibrahim alaihissalam tatkala berkata:

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةًۭ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ *** رَبَّنَآ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِى وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ *** ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى وَهَبَ لِى عَلَى ٱلْكِبَرِ إِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبِّى لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ *** رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ *** رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

“Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishak. Sesungguhnya Rabb-ku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Rabb-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".” (Q.S. Ibrahim: 37-41)

Kesimpulannya, ucapan dalam riwayat palsu di atas tidak pantas keluar dari seorang Muslim yang mengetahui kedudukan doa dalam agama Islam.[2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “(Riwayat itu) tidak memiliki sanad yang dikenal dan maknanya bathil!, bahkan telah shahih dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwa ia berkata, “Kalimat hasbiyallahu wa ni’mal wakiil (cukuplah Allah bagiku dan Dia adalah sebaik-baik wakil) diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika dibakar dengan api, dan dikatakan oleh Nabi Muhammad ketika sebagian orang berkata kepada beliau, ‘Sesungguhnya manusia telah berkumpul untuk memerangi kalian, maka takutlah kepada mereka.’[3]

Adapun permintaan Al-Khaliil (Nabi Ibrahim) kepada Allah, maka banyak sekali disebutkan dalam Al-Qur’an.”[4]


[1] Tanziih Syarii’ah, Ibnu Arraq, I/250
[2] Silsilah Adh-Dha’iifah, Muhammad Nashiruddin Al-Albany, no.21
[3] H.R. Al-Bukhary, no. 4563
[4] Qa’iidah Jaliilah fi At-Tawassul w Al-Wasiilah, hal. 58-59

------------------------------------------------------

Sumber: Koreksi Hadits-hadits Dha'if Populer, karya Ust. Abu Ubaidah As-Sidawy

ditulis ulang oleh Hasan Al-Jaizy

Sunday, February 3, 2013

HADITS PALSU POPULER: 005 Siapa Kenal Dirinya, Berarti Kenal Rabb-nya



مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَد عَرَفَ رَبَّهُ

“Barangsiapa mengenal dirinya, berarti dia telah mengenal Rabb-nya.”

TIDAK ADA ASALNYA! Al-Hafidz As-Sakhawy berkata, “Berkata Abu Al-Mudhaffar As-Sam’any: “Tidak diketahui secara marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam) hanya saja ucapan tersebut dihikayatkan dari Yahya bin Muadz Ar-Razy.”  Imam An-Nawawy juga mengatakan hadits ini tidak ada asalnya.”[1]

As-Suyuthy berkata, “Hadits ini tidak shahih”[2]

Syaikh Ali Al-Qary menukil dari Ibnu Taimiyyah, bahwa beliau berkata, “Maudhu (palsu)!”[3]

Al-Allaamah Al-Fairuz Abady berkata, “Tidak termasuk hadits Nabi! Sekalipun kebanyakan manusia menganggapnya sebagai hadits Nabi. Tidak shahih sama sekali! Itu hanyalah diriwayatkan dalam Israiliyyat (kitab-kitab Bani Israil).”[4]

HADITS PALSU POPULER: 004 Tawassul Dengan Kedudukan Nabi



تَوَسَّلوا بِجَاهِي فَإِنَّ جَاهِي عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

“Ber-Tawassul-lah kalian dengan kedudukanku, karena sungguh, kedudukanku sangatlah agung di sisi Allah.”

LAA ASHLA LAHU (TIDAK ADA ASALNYA)! Sebagaimana ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Qaa’idah Al-Jaliilah.[1]

Tidak diragukan lagi bahwa kedudukan Nabi shallallahu alaihi wa sallam sangat tinggi di sisi Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Musa alaihis salam,

وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًۭا

“Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.” (Q.S. Al-Ahzaab: 69)

Sebagaimana dimaklumi bahwa Nabi kita, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam lebih tinggi kedudukannya daripada Nabi Musa alaihis salam. Namun hal itu bukan berarti kita boleh ber-tawassul dengan kedudukan beliau.[2]



[1] Beliau berkata dalam kitab tersebut (hal. 275): “Sebagian orang jahil meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda…dst. Hadits ini adalah dusta. Tidak ada dalam kitab-kitab kaum Muslimin yang menjadi pegangan Ahli Hadits, dan tidak disebutkan oleh seorang pun dari Ahli Hadits. Kendati kedudukan Nabi di sisi Allah lebih agung dari kedudukan para Nabi lainnya.”
[2] Silsilah Ad-Dha’iifah, Muhammad Nashiruddin Al-Albany, no. 22

------------------------------------

Dari kitab Koreksi Hadits-hadits Dha'if Populer, karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi, Media Tarbiyah, cet. ke-3, Desember 2011

Ditulis ulang dengan sedikit perubahan oleh Hasan Al-Jaizy


HADITS PALSU POPULER: 003 Wahdatul Wujud




مَا وَسِعَنِي أَرْضِي وَلَا سَمَائِي وَوَسِعَنِي قَلْبُ عَبْدِي الْمُؤْمِنِ


“Bumi-Ku dan langit-Ku tidak mencukupi-Ku, dan mencukupi-Ku hati hamba-Ku yang beriman.”

TIDAK ADA ASALNYA. Ucapan ini tidak ada asalnya dalam kitab-kitab hadits sebagaimana ditegaskan oleh para pakar Ahli Hadits. Berikut komentar sebagian mereka:


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Ucapan ini adalah Israiliyyat, tidak ada sanad yang jelas dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam.”[1] Hal ini disetujui Al-Hafidz Ash-Shakhawy[2] dan Az-Zarkasyi.[3]

Al-Hafidz Al-Iraqy berkata, “Saya tidak menjumpai asal-usulnya.”[4]
As-Subky berkata, “Saya tidak mendapati sanadnya.”[5]
As-Suyuthy berkata, “Tidak ada asalnya.”[6]
Az-Zarkasyi berkata, “Hadits ini dibuat-buat oleh para penyesat/penyimpang.” Dan disetujui oleh Ali Al-Qary.[7]
Al-Albany berkata, “Tidak ada asalnya.”[8]

Secara matan, hadits ini juga bermasalah, karena menimbulkan pemahaman yang salah, seperti paham bersatu dengan Allah, yang sangat jelas bertentangan dengan aqidah Islam.

Saturday, February 2, 2013

HADITS PALSU POPULER: 002 "NUR MUHAMMAD"



أَوَّلُ ما خَلَقَ اللهُ نُور نبيِّكَ يا جابِرُ!

“Makhluk yang pertama kali diciptakan adalah cahaya Nabi-mu, wahai Jabir!”

Hadits ini juga sangat populer, terutama di kalangan ahli khurafat dan ahli tashawwuf, yang seringkali mengucapkan sanjungan-sanjungan berlebihan kepada Nabi yang kita yakini seyakin-yakinnya bahwa beliau shallallahu alaihi wa sallam tidak ridha dengannya.


Perhatikanlah bersamaku ucapan dari penulis Dalaa’il Al-Khairaat[1]:


اللهم زده نورا على نوره الذي خلقته منه

“Ya Allah, tambahkanlah dia cahaya di atas cahaya yang telah Engkau cipatakan darinya.”

TIDAK ADA ASALNYA. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa hadits ini adalah dusta berdasarkan kesepakatan Ahli Hadits.[2] Demikian juga ditegaskan oleh Syaikh Sulaiman bin Sahman.[3] As-Suyuthy juga menegaskan bahwa hadits ini tidak ada sanadnya.[4] Demikian juga Jamaluddin Al-Qasimy[5] dan Muhammad Rasyid Ridha[6], keduanya menegaskan bahwa hadits ini tidak ada asalnya.

HADITS PALSU POPULER: 001 Hikmah Penciptaan Makhluk




لَوْلَاكَ لمَا خَلَقْتُ الْأَفْلَاك

“Seandainya bukan karenamu (Nabi Muhammad), Aku (Allah) tidak akan menciptakan makhluk.”

MAUDHU’ (PALSU). Sebagaimana yang dikatakan Ash-Shaghany.[1] Diriwayatkan Ad-Dailamy dalam Musnad-nya (II/41) dari jalur Ubaidullah bin Musa Al-Qurasyy: Telah menceritakan pada kami kami Fudhail bin Ja’far bin Sulaiman dari Abdus Shamad bin Ali bin Abdullah bin Abbas, dari ayahnya, Ibnu ‘Abbas secara marfu’.

Kecacatan hadits terletak pada Abdus Shamad. Al-Uqaily berkata tentangnya, “Haditsnya tidak terjamin. Dan orang-orang sebelum Abdus Shamad tidak saya kenal!”

Imam Ibnul Jauzy juga meriwayatkan dalam al-Maudhuu’aat (I/288-289), dari Shahabat Salman, lalu berkomentar, “Haditsnya maudhu’.” Dan disetujui As-Suyuthy dalam Al-Alaa’I (I/282). [2]